Ngabuburit Asyik di Waduk Seloromo Gembong

Ngabuburit Asyik di Waduk Seloromo Gembong

Selasa, 07 Mei 2019, Mei 07, 2019
NGABUBURIT : Pelancong domestik saat menikmati pemandangan alam di Waduk Seloromo Gembong.


GEMBONG –  Budaya ngabuburit bagi masyarakat di nusantara pada bulan suci Ramadhan untuk menanti adzan magrib berkumandang, juga nampak di wilayah Bumi Mina Tani. Seperti yang terlihat di kawasan Waduk Seloromo, Kecamatan Gembong, Pati, Selasa (7/5) sore.

Banyak masyarakat dari kanak-kanak hingga dewas memadati kawasan tersebut. Mereka nampak berseliweran menggunakan kendaraan bermotor dan sebagian lainnya nongkrong di atas kendaraannya sembari menikmati suasana alam dan terbenamnya matahari.

Meski tidak ada pedagang yang menjajakan makanan atau minuman takjil untuk membatalkan puasa kala bedug magrib ditabuh. Para pelancong nampak asyik menikmati senja anugrah dari sang maha kuasa.

Seorang pelancong domestik, Muhammad Ridho mengaku, daripada menunggu adzan maghrib di rumah, lebih asyik menunggu magrib di waduk seloromo. Di sana terdapat pemandangan yang menakjubkan dan suasana yang sejuk sehingga lapar pun tak terasa.

"Mulai dari dulu kalau saat puasa saya selalu datang ke waduk seloromo ini karena suasananya asik dan bertemu dengan banyak orang," katanya.


Dia menuturkan, ada momen tersendiri saat senja di waduk di kawasan pegunungan muria ini. Baginya yang suka dengan dunia fotografi, tentu pengambilan gambar pada saat senja mempunyai daya tarik tersendiri. Biasa jingga cahaya matahari yang memantul ke air, selain membuat pemandangan semakin cantik, juga membuat hasil foto lebih hidup.

"Kalau saya kan memang suka foto-foto, jadi saya mengambil momen senja ini memang tepat untuk menunggu berbuka puasa sambil hunting foto," imbuhnya.

Begitu juga dengan Dian Vita Kumalasari yang juga pengunjung setia di waduk seloromo. Dia mengaku, sangat senang bisa ngabuburit di waduk ini, apalagi pemandangan yang disuguhkan memang indah.

"Biasanya sama teman-teman. Menunggu buka puasa di sini memang sangat asik karena banyak teman-teman dan bisa menikmati pemandangan yang ada," ungkapnya.

Tambah Dian, "Kalau ada warung-warung yang menyediakan layanan buka puasa mungkin akan lebih enak. Tapi di sini tidak ada." (*)

TerPopuler