EVAKUASI : Petugas dan relawan mengevakuasi mayat di atas atap rumah warga Dukuh Gadungan. |
JUWANA – Entah mimpi apa Royom (71) asal Dukuh Gadungan
RT 09/RW 01, semalam. Pasalnya, di atap rumah warga Desa Sejomulyo, Kecamatan
Juwana, Pati ini ditemukan mayat yang telah membusuk, Rabu (17/7) siang.
Mayat yang diidentifikasi sebagai Karnawi (50) dan
merupakan tetangga Royom ini, tak sengaja ditemukannya saat menelusuri bau di
sekitaran rumahnya. Mirisnya, mayat pria paruh baya tersebut sudah terkapar di
atas genteng selama tiga hari.
“Menurut keterangan dari pihak keluarga korban sudah
meninggalkan rumah selama lima hari terakhir. Dan, berdasarkan keterangan dari
tim medis Puskesmas Juwana, korban meninggal dunia diperkirakan sudah tiga hari
lamanya sejak ditemukan meninggal di atas genteng,” jelas Kapolsek Juwana, AKP
Eko Pujiono.
Selain itu, mayat pria setinggi kurang lebih 160 sentimeter
ini saat ditemukan mengenakan pakaian lengan panjang warna kuning dan merah,
serta menggunakan celana pendek warna cream. Mayat juga positif mengalami
pembengkakan karena proses pembusukan. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda
penganiayaan,” imbuhnya.
Diketahui, memang beberapa hari terakhir Royom
mencium bau busuk di rumahnya dan semakin lama bau yang tercium semakin kuat.
Tak tahan, dia pun berkali-kali mencari-cari sumber bau di dalam kediamannya
tetapi tak kunjung ketemu.
Paparnya, “Pada jam 10.30 WIB, Royom berinisiatif
meminjam tangga dari tetangganya untuk mencari asal bau busuk yang menyengat.
Sesampainya di atas genteng, dia pun melihat pemandangan yang tidak
mengenakkan.”
“Dia melihat mayat yang tergeletak di atas genteng
dan berteriak Allahuakbar sebanyak tiga kali, sehingga teriakan tersebut
menjadi perhatian warga sekitar untuk berdatangan melihat apa yang terjadi,”
terangnya.
Ditambahkan, menurut keterangan pihak keluarga korban,
bahwa Karnawi diduga mengalami depresi. Korban diketahui sudah meninggalkan
rumahnya sejak lima hari terakhir, terhitung Sabtu (13/7) lalu. [Fadil]