Dipimpin Joni Kurnianto, DPRD Kabupaten Pati Perdalam Raperda HIV/AIDS ke Kementrian Kesehatan

Dipimpin Joni Kurnianto, DPRD Kabupaten Pati Perdalam Raperda HIV/AIDS ke Kementrian Kesehatan

Selasa, 05 November 2019, November 05, 2019
Foto bersama Ketua rombongan Baperda Pati Joni Kurnianto berdampingan Pejabat Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) 


Kota-Dalam memperkuat draf Raperda penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Pati, DPRD Pati yang dipimpin Joni Kurnianto lakukan kunjungan ke Kementrian Kesehatan di Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dan DPRD Kota Bogor.

Langkah tersebut dilakukan Badan Pembuat Perda (Baperda) untuk mengetahui sejauh mana manfaat serta dampak atas permberlakuan Perda di Kota Bogor.


Kunjungan pertama dilakukan ke DPRD Kota Bogor. Di sana, anggota DPRD Kabupaten Pati yang masuk dalam Bapemperda belajar langsung dari Kota Bogor yang sudah menerapkan peraturan daerah tentang penanggulangan HIV/Aids.

Salah satunya dengan pemberlakuan wajib melakukan tes HIV/Aids bagi calon pengantin. Selain itu, di Bogor penanganan dan pengendalian penyakit HIV/Aids terbilang lebih baik dari Pati.

”Kerjasama antara komisi penanggulan Aids atau dengan LSM, pemerintah daerah dan jajaran legislatif terjalin dengan baik. Saling mendukung untuk menekan penyakit tersebut. Ini salah satu yang akan kami contoh,” terang Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Joni Kurnianto yang memimpin salah satu agenda kunjungan pada akhir Oktober lalu.

Sedangkan untuk kunjungan ke Direktorat P2PML, para wakil rakyat ini belajar tentang pengendalian HIV/Aids dengan program pengendalian 3 Zero 2030. zero new hiv infection atau tidak ada lagi penularan baru, zero related death atau tidak ada lagi kasus kematian, dan zero discrimination atau tidak ada lagi diskrimanasi pada pengidap penyakit tersebut.

Lanjut Joni, "permasalahan HIV/Aids kini sedang menjadi perhatian. Setelah temuan kasus HIV/Aids di Kabupaten Pati menempati urutan tiga besar di Jawa Tengah,"katanya saat dimui awak media di ruang kerjanya.

Joni juga mengungkapkan, bahwa pengendalian merupakan langkah utama yang harus dilakukan secara maksimal, untuk itu, pendalaman Raperda harus benar-benar dilakukan, pasalnya Raperda nantinya diharapkan dapat menjadi ujung tpmbak dalam mendukung penekanan penyakit tersebut.

 ”Pengendaliannya harus dilakukan dengan maksimal. Makanya melalui raperda ini yang diharapkan menjadi ujung tombak untuk mendukung penekanan kasus penyakit mematikan tersebut,” imbuhnya.

Adanya sinergitas semua pihak diharapkan, baik antara LSM dengan lembaga lain ataupun masyarakat bersama sama untuk mencegah atau menanggulangi supaya tidak ada penderita HIV/AIDS yang baru.

 "Saya berharap sumua elemen masyarakat untuk bersama sama berkerja untuk mencegah adanya penyebaran HIV/AID," pungkas Politisi Partai Demokrat. (kj"")

TerPopuler